Popular Post

Showing posts with label Booming. Show all posts

Cara Menggabungkan Dua Foto Via Photoshop

By : Admin
Assalamualaikum Readers.
Kembali lagi bersama saya Aditya Dwi Cahya. Kali ini saya akan membagikan tutorial yang saya buat sendiri untuk tugas sekolah. Tutorial kali ini adalah "Cara Menggabungkan Dua Foto" Via Adobe Photoshop atau yang lebih akrab dikenal Adobe PS. Nah tutor kali ini saya menggunakan Adobe PS CS 4. Tutor ini terdiri dari 12 Step yang mungkin bisa kalian pahami dengan cepat. Untuk mempersingkat tulisan kita langsung menuju ke step2nya.
  • Pertama, buka file yang akan digabungkan foto lain. (Kali ini saya menggunakan foto jembatan sekolah saya.
  • Kedua, buka file lain yang akan dimasukkan ke foto yang pertama. (Abaikan foto saya xD, itu muka ga rela difoto HaHaHa.)
  • Ketiga, tekan M atau klik tanda berwarna kuning trus drag ke bagian yang mau dipindahkan.
  • Keempat, tekan V atau klik tanda berwarna kuning trus klik kiri dan tahan. Setelah itu geser ke foto jembatan tadi. Kalo mau simplenya tekan Ctrl+C trus paste kan ke foto jembatan tadi dengan cara tekan Ctrl+V.
  • Kelima, setelah foto kedua masuk kefoto pertama, sesuaikan biar terlihat nyata (Biar ga terlihat cuma tempelan) dengan cara tekan Ctrl+T.
  • Keenam, setelah disesuaikan klik Channels (yang bertanda warna kuning bagian atas) dan klik Channels Green.

  • Ketujuh, klik Load Channel as Selection (yang bertanda warna kuning paling bawah) lalu hasilnya akan seperti dibawah ini.
  • Kedelapan, klik Layer lalu klik Add Vector Mask (yang bertanda warna kuning paling bawah). 
  • Kesembilan, hasilnya bakal kayak gini.
  • Kesepuluh tekan B untuk Brush Tool atau klik yang bertanda warna kuning (icon kuas). Untuk keterangan warna : Hitam untuk menghilangkan, Putih untuk menerangkan. Kalian sesuaian aja sendiri (berkreasi sendiri).
  • Kedua belas, hasilnya bakal kayak gini.

Sekian tutor dari saya, jangan lupa klik share dan subscribe My G+ . Dan satu lagi jangan lupa tinggalkan jejak komen di kolom komentar dibawah ini.

Cara Mengetahui atau Membedakan Batu Permata Asli dengan yang Palsu

By : Admin
Terdapat beberapa jenis Batu Permata yg sangat digemari para pemburu batu , yaitu Berlian, Jambrut, Mira, Mata Kucing, dan Safir. Di samping jenis-jenis tersebut masih banyak pula yg digemari orang.

Untuk mereka yg mau membeli dgn harga tinggi disebabkan oleh beberapa hal, misalnya senang kepada warnanya, kemurniannya, modelnya, besarnya, langkanya, sternya (sinar yg bergerak-gerak di batunya), tetapi ada pula orang yg memakainya karena batunya dirasakan membawa rejeki/hoki, menyehatkan tubuhnya, menimbulkan rasa sayg dari orang lain, dan sebagainya.


Langkah Sederhana untuk Membedakan Batu Permata Asli dan Palsu
Dari sekian banyak jenis batu permata yg diperjualbelikan, pasti ada saja yg mencoba mencari keuntungan tinggi dgn menjual batu permata palsu. “Terkadang sedikit sulit menbedakan batu permata asli dgn yg palsu.

Dibawah ini beberapa Langkah untuk Membedakan Batu Permata Asli dan Palsu. Mutiara yg beredar di pasaran sangat beragam. Ada yg dijual murah, mahal, imitasi hingga asli. Mutiara asli pada umumnya, memiliki berat, sedangkan yg palsu relatif sangat ringan.

Untuk mendapatkan mutiara asli, cara yg paling mudah adalah menggigit mutiara tersebut sekuat-kuatnya. Jika tdk ada perubahan seperti terkelupas atau pecah maka dapat dipastikan mutiara tersebut asli atau agar lebih yakin lagi belilah mutiara di toko yg bisa dipercaya menjamin keasliannya.

Selain mutiara, sejak lama berbagai batu permata pun digunakan untuk menyemarakkan model anting-anting, seperti kecubung, pirus, akik dan jasper yang diikat dgn emas dan perak. (Baca Artikel : Proses Endapan Tambang Emas)

Testing batu permata degan meneteskan air di permukaannya bukan metode baku. Tetesan air tersebut tdk akan pecah, baik pada batu permata mirah siam sintetis atau asli.

Faktor yg mempengaruhi di antaranya kekerasan batuan (kaitannya dgn porositas dan permeabilitas ), bentuk permukaan cembung atau rata dan kualitas pemolesan seperti jenis quartz family minerals serta glassy basalt yg dapat menahan tetesan air seperti halnya mirah delima.
Testing berlian bisa dilakukan dgn diamond tester tetapi tdk 100 persen benar. Testing dgn menggesek di alas berwarna belum tentu menjamin.

Warna-warna yg muncul mungkin warna spektrum yg merupakan ciri khas dari gelas atau sintetis. Testing berlian biasanya dgn metode kekerasan tapi tanpa merusak, indeks refraksi (refractometer), fluoresen, berat jenis, kilap, inklusi mineral dan lain-lainnya.

Cara ini sangat ampuh dalam membedakan batu permata asli dan sintetis atau imitasi seperti giok, opal atau kalimaya. Di samping pirus dan batu permata lainnya.

Harga mahal tdk menjamin bahwa batu permata tersebut asli, karena seUntukan batu permata belum ada standar baku untuk harganya kecuali berlian atau intan.

Untuk mengetahui batu permata Asli atau palsu ada berbagai macam cara, ada 4 Langkah Sederhana untuk Membedakan Batu Permata Asli dan Palsu dilakukan.

1. Urat-urat alam yang tampak, 

yaitu ciri-ciri kusus yang tanpak pada batu permata misalnya urat seperti sidik jari pada safir atau Ruby, Penomena yang ada seperti cat eye pada Alexandrite serta star pada safir atau ruby. Gunakan kaca pembesar jika diperlukan.

2. Kekerasan batu Permata.

Batu permata telah diklasifikasikan berdasarkan kerasnya dalam skla Mohs. Cara pengujiannya dengan hardness point set pensil atau biasa disebut jarum uji permata.

3. Berat Jenisnya.

Setiap batu permata mempunyai berat jenis, Untuk menguji berat jenis batu gunakan timbangan air. Berat jenis adalah berat batu tersebut dibagi volumenya.

4. Indeks Bias atau Pemantulan Sinar.

Carilah indeks biasnya untuk menentukan keaslian batu permata, gunakan refraktometer.


Sumber: anekapermatamulia.blogspot.com

- Copyright © Just For You - Powered by Blogger